Jepang, sebuah negara yang sangat menarik untuk dikunjungi
Pendapat pribadi gua, Jepang itu seperti negri dongeng. Karena banyak hal yang laen dari pada yang laen.
Kalau kita ke Eropa, Amerika atau Australia banyak hal yang mirip karena masyarakat kurang lebih sama-sama orang kulit putih, jadi budayanya hampir mirip-mirip.
Kalau kita ke negara-negara di ASEAN, budayanya hampir mirip-mirip karena rumpun bangsanya sama.
Yang jelas-jelas sangat berbeda adalah budaya disiplin tinggi mereka yang sudah mendarah daging yang gua gak pernah ketemu pembandingnya dengan bangsa laennya. Contoh, di tempat yang tidak ada larangan merokok kita tidak akan menemukan orang Jepang yang merokok kecuali terdapat asbak baru akan ada orang Jepang yang merokok. Padahal bangsa Jepang adalah bangsa yang masyarakatnya sangat senang merokok.
Kita tidak akan menemukan orang Jepang merokok sambil berjalan di trotoar, kalau ketemu pastia dia bukan orang Jepang.
Automated Machine, banyak sekali ditemukan di seantero Jepang. Menjual mulai dari minuman, rokok, makanan dan laen-laen. Untuk makanan bahkan gua pernah menemukan mesin penjual kentang goreng yang keluarnya pun masih panas seakan baru saja di goreng.
Soal makanan, gua rasa makanan di Jepang sangat indah presentasinya karena mereka sangat memperhatikan keindahan packaging dan penampilan makanan itu tersebut. Kadang gua tertipu oleh penampilannya yang buagus banget tapi gua gak cocok sama rasanya.
Mau jajan di warung ? Wah banyak warung makanan yang menjual berbagai ragam makanan yang hanya akan ditemukan di Jepang. Jadi kalau ke Jepang jajan adalah kegiatan yang harus dilakukan.
Gua sebut warung jangan disamakan dengan warung di Indonesia, di sini warungnya sangat bersih yang sama cuma sama-sama kecil aja.
Ada warung yang memiliki pelayan yang ngeladenin kita untuk memesan dan membayar makanan yang kita inginkan. Tapi ada yang memiliki mesin untuk meladeni pesanan kita.
Untuk yang pakai mesin ini agak sedikit ribet, soalnya kita harus pelototin daftar menu, ingetin gambarnya dan angkanya lalu ke mesin dan masukin uang lalu pencet tombol yang gambar atau nomornya sama dengan menu yang kita inginkan, lalu dari mesin akan keluar kertas konfirmasi untuk kita berikan kepada pelayan untuk dibuatkan makanan pesanan kita. Jajan yang paling murah yang pernah gua dapet kurang lebih 600 yen dapetnya cuma mi ramen dengan daun bawang dan kuah sup serta sepotong tempura ubi.
Ada etiket yang perlu diingat kalau makan sama orang Jepang satu meja, kalau kita ingin memberikan makanan ke piring orang Jepang harus menggunakan bagian belakang sumpit yang lebih besar ukurannya jangan menjepit menggunakan bagian sumpit yang lebih kecil ukurannya lalu memberikannya kepada orang Jepang karena itu tidak sopan.
Kaum muda di Jepang menurut informasi yang gua dapet banyak yang atheis. Tapi ketika mereka menikah banyak dari mereka yang menikah di gereja atau kuil. Itu bukan berarti mereka beragama tapi hanya karena mengikuti tema pernikahan yang mereka pilih saja, kalau bergaya tradisional mereka akan ke kuil tapi kalau gaya eropa mereka biasanya ke gereja.
Masih banyak soal Jepang yang akan gua tambahin nantinya karena Jepang tujuan favorit gua. Tungguin aja terus cerita selanjutnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar