Selasa, 09 Desember 2008

The Middle Kingdom

Gua baru aja balik dari China untuk kesekian kalinya. Udaranya udah mulai dingin banget.

14 tahun yang lalu ketika pertama kali gua menginjakkan kaki di Beijing, sepeda berseliweran di jalan raya bercampur aduk dengan mobil pribadi dan bus umum.

Tiang-tiang pancang kelihatan dimana-mana seperti berlomba-lomba. Saat itu lokal guide gua sempat bercanda, "Waduh Bapak, Ibu, gedung di sebelah kanan kita ini kemarin malam waktu saya lewat, belum ada lho ?!"

Dulu di China, orang sudah dianggap kaya bila memiliki radio, sepeda dan mesin jahit.

Sekarang sepeda sudah banyak berkurang karena sudah banyak orang China yang sanggup membeli mobil.

Berkomunikasi sangatlah sulit karena yang bisa berbahasa Inggris sangat sedikit bahkan di hotel-hotel berbintang lima dan bandara udara. Sekarang setiap hotel bertaraf international hampir seluruh staffnya fasih berbahasa Inggris.

Toilet jadi salah satu masalah buat group Indonesia yang berkunjung. Kita cuma bisa menggunakan toilet di hotel. Selain toilet di hotel kalau tidak terpaksa banget tidak bisa digunakan karena joroknya aujubileh. Kalau sekarang setiap wc umum sudah bersih kinclong, masih ada beberapa sih yang memiliki harum semerbak.

Kala itu kita harus berhati-hati terhadap barang bawaan kita, meleng sedikit tas kita bisa raib disambar orang.

Sekarang, semua orang berdecak kagum terheran-heran melihat perubahan yang terjadi. Tidak ada negara di dunia ini yang bisa menyaingi kecepatan perubahan China. Gua pribadi belum menemukan perbandingan yang seimbang dengan China.

Airport Beijing sendiri tahun ini sudah menbuka Terminal 3 nya untuk menyambut Olimpiade yang berlangsung bulan Agustus yang lalu, tidak kalah canggih dengan airport Hongkong. Staff yang bertugas di check in counter bekerja dengan sangat effesien. Proses check in normal mereka selesaikan dalam waktu 5-10 menit.

Airport Shanghai telah memiliki kereta api MAGLEV yang berkecepatan 300km/jam menghubungkan airport dengan kota Shanghai. Mereka juga sedang membangun infrastuktur jalan kereta api super cepat ini untuk menghubungkan Beijing - Shanghai yang kabarnya nanti dapat terhubung hanya dalam waktu 5 jam saja.

To be ... continue

Tidak ada komentar: