Minggu, 30 November 2008

Nice oh Nice

Desember 2001, pertama kali gua bawa group ke Eropa.

Tanggal 24 Desember, sore hari tiba di Nice. Setelah makan malam bus langsung menuju ke hotel untuk check in.

Selesai proses check in di hotel satu keluarga menghampiri gua dan bertanya dimana gereja agar mereka bisa merayakan malam Natal.

Gua bilang di sebelah hotel ada sebuah gereja Katholik dan gua janji akan mengantar mereka menuju kesana.

Mereka berempat naik untuk menukar pakaian, sedangkan gua buru-buru lari menuju ke gereja yang gua sebutkan tadi untuk mencari informasi sekalian memastikan jalan menuju ke gereja tersebut, maklum gua juga pertama kali ke kota ini.

Tidak susah mencari gereja tersebut karena hanya 1 blok dari hotel kami. Namun sepertinya sepi-sepi saja.

Sesampai di pintu masuk gua bertemu seorang Pastor, buru-buru gua bertanya jadwal upacaranya. Dasar nasib kurang bagus, menurut beliau upacaranya baru saja selesai setengah jam yang lalu.

Pastor tersebut lalu menyarankan gua mengejar upacara misa di Kathedral yang hanya 4 blok dari hotel kami. Dia pun memberikan arah menuju ke Katedral tersebut.

Setelah berterima kasih gua buru-buru kembali ke hotel dan ternyata keluarga tersebut sudah menunggu di lobby hotel.

Gua sampaikan informasi yang gua peroleh, merekapun setuju untuk mengikuti upacara Natal di Katedral itu.

Katedral ternyata tidak sulit di temukan, petunjuk yang diberikan si Pastor sangat cespleng. Kami pun masuk dan mengikuti upacara malam Natal. Choir di gereja sangat bagus, rata-rata yang datang ke gereja adalah manula. Berbeda dengan malam Natal di Jakarta yang penuh sesak.

Selesai upacara gua keluar bersama mereka berempat dan berjalan kaki menuju ke hotel sambil ngobrol membandingkan suasana upacara Natal di Jakarta dan di Nice.

Karena asik ngobrol gua gak perhatiin jalan, gua baru sadar kalo gua udah salah jalan setelah menemukan jalan menanjak, karena tadi ketika datang gua gak melalui jalan menurun.

Kita balik lagi menyusuri jalan yang tadi, ternyata kita udah salah jalan lumayan jauh. Wah musti bertanya sama orang nih.

Sambil terus berjalan gua celingak celinguk cari orang agar bisa bertanya jalan. Namun jalanan sepi gak ada orang yang lalu lalang cuma mobil sekali-sekali lewat padahal ini bukan jalanan kecil, mungkin sepi karena libur Natal yah.

Gua mikir gimana kalau gua cegat mobil yang lewat dan bertanya arah. Wah apa ada yang mau berhenti ya, nanti disangka rampok lagi. Tapi bodo ah gua coba aja.

1 - 2 mobil yang lewat gua cegat mereka gak berhenti. Eh pas mobil yang ke 3 berhenti, syukur dah.

Gua samperin sopirnya yang ternyata perempuan. "Excuse me,......"

Sebelum gua selesai ngomong dia udah motong "No english....No english"

Mateng gua doi gak ngerti bahasa Inggris. "Van, coba tanya dia bisa bahasa Jerman gak, saya bisa nih" kata si ibu yang bersama gua. Buru-buru gua tanyain dan eh ternyata doi bisa. Si ibu langsung nanyain arah hotelnya ke wanita tersebut.

Tanya punya tanya si empunya mobil malah nawarin untuk nganterin kita ke hotel pake mobil dia, buru-buru aja kita terima tawarannya daripada nyasar lagi.

Kami berempat masuk duduk di belakang, si ibu duduk di depan di samping wanita itu. Sepanjang perjalanan mereka ngobrol dalam bahasa Jerman. Wih jago juga si ibu itu, nyesel gua dulu sering bolos kelas bahasa Jerman.

Singkat kata kita berlima sampai di hotel. Setelah ber bye-bye ria si wanita itu berlalu.

Di kamar gua berpikir, kalau tadi wanita itu tidak mau berhenti pasti kita semua muter-muter kaya komidi puter dan kalau si ibu gak bisa bahasa Jerman pasti kita gak bakal bisa mendapat tumpangan. Mungkin ini berkah malam Natal yah.

Tidak ada komentar: