Rabu, 10 Desember 2008

Beijing Capital International Airport

Beijing Capital International Airport Terminal 3 (T3) mulai beroperasi satu bulan sebelum pembukaan Olympiade Beijing 2008.

Dengan semboyan "New Beijing, New Olympics, New Gate of China, NEW BEGINING OF HISTORY" terminal ini beroperasi melayani penerbangan domestik dan International.

Terminal 1 (T1) melayani airlines dan penerbangan domestik China ; Grand China Airlines, Hainan Airlines, Beijing - Shanghai Air Express, Grand China Express dan Deer Air.

Terminal 2 (T2) melayani airlines dan penerbangan domestik dan internasional ; China Eastern Airlines, Shenzhen Airlines, Chongqing Airlines, Beijing - Shanghai Air Express, Korean Airlines, Aeroflot - Russian International Airlines, KLM Royal Dutch Airlines, Air Koryo, Ethiopian Airlines Share Co., Domodedovo Airlines, Garuda Indonesia Airlines, Zimbabwe Airlines, China Southern Airlines, United Eagle Airlines, Hainan Airlines International, Xiamen Airlines, Continental Airlines, Air France, American Northwest Airlines, Air Astana, Pakistan International Airlines, Phillipines Airlines, Vladivostok Air, Krasnoyarsk Airlines, Malaysia Airlines, Aviation Enterprise Pulkovo, Turkmenistan Airlines, Uzbekistan Airlines, Far East Airlines, Sakhalin Airlines, Mongolia Airlines, Sri Lanka Airlines, AeroSvit Ukraninian Airlines, Iran National Airlines dan Vietnam Airlines.

Terminal 3 (T3) melayani airlines dan penerbangan domestik dan internasional ; China International Airlines - Air China, Shanghai Airlines, Beijing - Shanghai Air Express, Austria Airlines, Germany Lufthansa Airlines, Air Canada, Ana Airlines, Egypt Airlines, Singapore Airlines, Cathay Pacific, British Airways, Dragon Air, Israel Airlines, Russia Novosibirsk Airlines, Poland Airlines, Shandong Airlines, Sichuan Airlines, Scandinavian Air, Asiana Airlines, United Airlines, Turkey Airlines, Thai Airways International, Finnair, Australia Qantas Airways, Japan Airlines, Emirates Airlines, Qatar Airlines, Air Macau dan Etihad Airways.

Selasa, 09 Desember 2008

The Middle Kingdom

Gua baru aja balik dari China untuk kesekian kalinya. Udaranya udah mulai dingin banget.

14 tahun yang lalu ketika pertama kali gua menginjakkan kaki di Beijing, sepeda berseliweran di jalan raya bercampur aduk dengan mobil pribadi dan bus umum.

Tiang-tiang pancang kelihatan dimana-mana seperti berlomba-lomba. Saat itu lokal guide gua sempat bercanda, "Waduh Bapak, Ibu, gedung di sebelah kanan kita ini kemarin malam waktu saya lewat, belum ada lho ?!"

Dulu di China, orang sudah dianggap kaya bila memiliki radio, sepeda dan mesin jahit.

Sekarang sepeda sudah banyak berkurang karena sudah banyak orang China yang sanggup membeli mobil.

Berkomunikasi sangatlah sulit karena yang bisa berbahasa Inggris sangat sedikit bahkan di hotel-hotel berbintang lima dan bandara udara. Sekarang setiap hotel bertaraf international hampir seluruh staffnya fasih berbahasa Inggris.

Toilet jadi salah satu masalah buat group Indonesia yang berkunjung. Kita cuma bisa menggunakan toilet di hotel. Selain toilet di hotel kalau tidak terpaksa banget tidak bisa digunakan karena joroknya aujubileh. Kalau sekarang setiap wc umum sudah bersih kinclong, masih ada beberapa sih yang memiliki harum semerbak.

Kala itu kita harus berhati-hati terhadap barang bawaan kita, meleng sedikit tas kita bisa raib disambar orang.

Sekarang, semua orang berdecak kagum terheran-heran melihat perubahan yang terjadi. Tidak ada negara di dunia ini yang bisa menyaingi kecepatan perubahan China. Gua pribadi belum menemukan perbandingan yang seimbang dengan China.

Airport Beijing sendiri tahun ini sudah menbuka Terminal 3 nya untuk menyambut Olimpiade yang berlangsung bulan Agustus yang lalu, tidak kalah canggih dengan airport Hongkong. Staff yang bertugas di check in counter bekerja dengan sangat effesien. Proses check in normal mereka selesaikan dalam waktu 5-10 menit.

Airport Shanghai telah memiliki kereta api MAGLEV yang berkecepatan 300km/jam menghubungkan airport dengan kota Shanghai. Mereka juga sedang membangun infrastuktur jalan kereta api super cepat ini untuk menghubungkan Beijing - Shanghai yang kabarnya nanti dapat terhubung hanya dalam waktu 5 jam saja.

To be ... continue

Selasa, 02 Desember 2008

Jepang

Jepang, sebuah negara yang sangat menarik untuk dikunjungi

Pendapat pribadi gua, Jepang itu seperti negri dongeng. Karena banyak hal yang laen dari pada yang laen.

Kalau kita ke Eropa, Amerika atau Australia banyak hal yang mirip karena masyarakat kurang lebih sama-sama orang kulit putih, jadi budayanya hampir mirip-mirip.

Kalau kita ke negara-negara di ASEAN, budayanya hampir mirip-mirip karena rumpun bangsanya sama.

Yang jelas-jelas sangat berbeda adalah budaya disiplin tinggi mereka yang sudah mendarah daging yang gua gak pernah ketemu pembandingnya dengan bangsa laennya. Contoh, di tempat yang tidak ada larangan merokok kita tidak akan menemukan orang Jepang yang merokok kecuali terdapat asbak baru akan ada orang Jepang yang merokok. Padahal bangsa Jepang adalah bangsa yang masyarakatnya sangat senang merokok.

Kita tidak akan menemukan orang Jepang merokok sambil berjalan di trotoar, kalau ketemu pastia dia bukan orang Jepang.

Automated Machine, banyak sekali ditemukan di seantero Jepang. Menjual mulai dari minuman, rokok, makanan dan laen-laen. Untuk makanan bahkan gua pernah menemukan mesin penjual kentang goreng yang keluarnya pun masih panas seakan baru saja di goreng.

Soal makanan, gua rasa makanan di Jepang sangat indah presentasinya karena mereka sangat memperhatikan keindahan packaging dan penampilan makanan itu tersebut. Kadang gua tertipu oleh penampilannya yang buagus banget tapi gua gak cocok sama rasanya.

Mau jajan di warung ? Wah banyak warung makanan yang menjual berbagai ragam makanan yang hanya akan ditemukan di Jepang. Jadi kalau ke Jepang jajan adalah kegiatan yang harus dilakukan.

Gua sebut warung jangan disamakan dengan warung di Indonesia, di sini warungnya sangat bersih yang sama cuma sama-sama kecil aja.

Ada warung yang memiliki pelayan yang ngeladenin kita untuk memesan dan membayar makanan yang kita inginkan. Tapi ada yang memiliki mesin untuk meladeni pesanan kita.

Untuk yang pakai mesin ini agak sedikit ribet, soalnya kita harus pelototin daftar menu, ingetin gambarnya dan angkanya lalu ke mesin dan masukin uang lalu pencet tombol yang gambar atau nomornya sama dengan menu yang kita inginkan, lalu dari mesin akan keluar kertas konfirmasi untuk kita berikan kepada pelayan untuk dibuatkan makanan pesanan kita. Jajan yang paling murah yang pernah gua dapet kurang lebih 600 yen dapetnya cuma mi ramen dengan daun bawang dan kuah sup serta sepotong tempura ubi.

Ada etiket yang perlu diingat kalau makan sama orang Jepang satu meja, kalau kita ingin memberikan makanan ke piring orang Jepang harus menggunakan bagian belakang sumpit yang lebih besar ukurannya jangan menjepit menggunakan bagian sumpit yang lebih kecil ukurannya lalu memberikannya kepada orang Jepang karena itu tidak sopan.

Kaum muda di Jepang menurut informasi yang gua dapet banyak yang atheis. Tapi ketika mereka menikah banyak dari mereka yang menikah di gereja atau kuil. Itu bukan berarti mereka beragama tapi hanya karena mengikuti tema pernikahan yang mereka pilih saja, kalau bergaya tradisional mereka akan ke kuil tapi kalau gaya eropa mereka biasanya ke gereja.

Masih banyak soal Jepang yang akan gua tambahin nantinya karena Jepang tujuan favorit gua. Tungguin aja terus cerita selanjutnya.